MY BLOG IN YOUTUBE

Loading...

Minggu, 30 September 2012

Metode Physical Self-Assessment dan Modeling the Way


Peserta didik adalah seseorang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi yaitu potensi akademik dan non akademik yang harus dikembangkan. Potensi akademik dapat berkembang secara optimal jika seorang pendidik mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan strategi yang bervariasi dan melibatkan peserta didik aktif. Strategi pembelajaran yang digunakan pun harus disesuaikan dengan peserta didik, kondisi atau suasana dalam proses belajar mengajar, agar tercipta suasana belajar mengajar yang efektif dan kondusif.
Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajaer aktif menuju belajar mandiri. Belajar aktif itu diperlukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil yang  maksimum. Ketika peserta didik pasif, atau hanya menerima transfer ilmu pengetahuan dari pendidik, ada kecenderungan untuk mudah melupakan apa yang telah diberikan. Untuk merealisasikan hal tersebut, maka makalah ini akan membahas tentang Strategi Pembelajaran Aktif Physical Self-Assessment dan Modeling the Way.


A.  Physical Self-Assessment
1.      Pengertian Metode Physical Self-Assessment
Metode Physical Self-Assessment dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai mempersiapkan diri dalam kelompok. Pembelajaran dengan metode ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa atas materi pelajaran yang diberikan atau sejauh mana hasil belajar yang telah dicapai oleh mereka. Strategi ini dapat menjadi strategi yang menarik dan menyenangkan, dapat juga digunakan sebagai cara mengubah aktivitas kelas.
Pembelajaran Physical Self-Assessment (Mempersiapkan Diri dalam Kelompok) dengan suasana kelas yang menyenangkan dan menarik perhatian siswa. Pembelajaran dengan metode ini juga menggunakan trik-trik tertentu untuk menjawab pertanyaan maupun pernyataan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Metode Physical Self-Assessment menjadikan suasana yang merubah aktivitas dalam kelas, yang biasanya hanya mendengarkan guru.

2.      Langkah-langkah Metode Physical Self-Assessment
a.    Buatlah pertanyaan yang akan dipakai untuk menilai siswa.
b.    Atur ruangan sedemikian rupa atau pinggirkan kursi dan meja, kalau ada, kemudian minta siswa untuk berdiri di belakang kelas.
c.    Tuliskan angka 1 sampai 5 pada sepotong kertas, usahakan ukurannya cukup besar, untuk skala penilaian.
d.   Tempelkan angka-angka tersebut pada tempat yang terpisah di dalam kelas. Jelaskan bahwa arti angka 1 sampai 5 itu adalah sebagai berikut:
1 = sangat tidak setuju
2 = tidak setuju
3 = tidak tahu
4 = setuju
5 = sangat setuju
e.    Setiap pertanyaan di bacakan, siswa di minta untuk berkumpul di sekitar angka yang menurut mereka sesuai dengan kondisi mereka. Anjurkan siswa untuk menilai diri mereka sendiri.
f.     Setelah semua siswa memutuskan pilihan masing-masing, tanyakan mengapa mereka memilih angka tersebut.
g.    Setelah mendengarkan beberapa pendapat dari mereka, beri kesempatan pada setiap siswa untuk berpindah sekiranya mereka menghendaki.

3.      Urgensi Metode Physical Self-Assessment dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Seorang guru perlu mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa atas materi pelajaran yang diberikan atau sejauh mana hasil belajar yang telah dicapai oleh mereka. Strategi ini dapat menjadi strategi yang menarik dan menyenangkan, dapat juga digunakan sebagai cara mengubah aktivitas kelas.
Kelebihan Metode Physical Self-Assessment:
a.       Dapat menghindarkan siswa dari lupa akan bahan pelajaran.
b.      Semua peserta didik dapat berpartisipasi dalam pembelajaran.
c.       Peserta didik dapat menilai kemampuan dirinya sendiri.
d.      Setiap peserta didik dapat mengukur pengetahuan yang dimiliki serta materi yang dikuasai.
e.       Metode ini dapat mengembangkan cara berpikir ilmiah peserta didik.
Kekurangan Metode Physical Self-Assessment:
a.       Karena peserta didik harus berpindah-pindah dari tempat, keadaan kelas menjadi tidak terkendali.
b.      Hanya peserta didik yang menonjol saja yang aktif dalam menyampaikan pendapatnya.
c.       Peserta yang mempunyai kemampuan sedang kebawah enggan menyampaikan pendapat.
4.      Aplikasi Metode Physical Self-Assessment dalam Pambelajaran di Kelas VI dan Mata Pelajaran IPA dan materi Benda dan Sifatnya
SKENARIO MODEL PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN: IPA
Pelajaran                    : IPA
Kelas/Semester          : 6 semester 1
Waktu                        : 40 menit
Standar Kompetensi
Memahami hubungan antara suhu, sifat hantaran dan kegunaan benda.

Kompetensi Dasar
1.    Membandingkan sifat kemampuan menghantarkan panas dari berbagai benda.
2.    Menjelaskan alasan pemilihan benda dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kemampuan menghantarkan panas.
Indikator
1.    Mengamati kemampuan benda menghantarkan panas
2.    Mengidentifikasi benda isolator dan konduktor
Materi Pembelajaran
IPA semester I benda dan sifatnya
Model/Metode Pembelajaran
Physical Self-Assessment
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal
Ø Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
Ø Menjelaskan tujuan pembelajaran.
Ø Mengajak siswa bertanya jawab tentang benda.
2.      Kegiatan Inti
a.    Eksplorasi
Ø Pendidik menjelaskan tentang benda dan sifatnya.
Ø Tanya jawab macam-macam benda dan sifatnya dalam kehidupan sehari-hari
b.   Elaborasi
Ø Peserta didik diminta untuk berdiri di belakang kelas.
Ø Pendidik memberikan pertanyaan yang akan dipakai untuk menilai siswa.
Ø Jelaskan tulisan angka 1 sampai 5 pada sepotong kertas yang ditempelkan pada tempat terpisah di dalam kelas.
Ø Guru membimbing peserta didik melakukan penilaian diri sendiri.
c.    Konfirmasi
Ø Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
Ø Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
3.      Kegiatan Penutup
a.    Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari selama pertemuan itu.
b.    Siswa dan guru membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari.
c.    Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Sumber/Bahan Belajar
Buku paket (IPA SD untuk Sekolah Dasar Kelas 6)

B.  Modeling the Way
1.      Pengertian Metode Modeling the Way
Metode Modeling The Way sebagai metode pengajaran adalah suatu metode pengajaran yang dilaksanakan dengan cara guru memberikan skenario suatu sub bahasan untuk didemonstrasikan siswa di depan kelas, sehingga menghasilkan ketangkasan dengan keterampilan atau skill dan profesionalisme (Dep Dik Bud, 1993: 219).
Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian konsep atau suatu teori.
Diantara keuntungan metode ini adalah:
a.       Perhatian anak dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting dapat diamati secara tajam.
b.      Proses belajar anak akan semakin terarah karena perhatiannya akan lebih terpusat kepada apa yang didemonstrasikan.
c.       Apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang melekat pada jiwanya dan ini berguna dalam pengembangan kecakapannya.
2.      Langkah-langkah Metode Modeling the Way
a.    Setelah pembelajaran satu topik tertentu, carilah topik-topik yang menuntut siswa untuk mencoba atau mempraktekkan ketrampilan yang baru diterangkan.
b.    Bagilah siswa ke dalam beberapa kelompok kecil sesuai dengan jumlah mereka. Kelompok-kelompok ini akan mendemonstrasikan suatu ketrampilan tertentu sesuai dengan skenario yang di buat (minimal 2 atau 3 orang).
c.    Beri siswa waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario kerja.
d.   Beri waktu 5-7 menit untuk berlatih.
e.    Secara bergiliran tiap kelompok di minta mendemonstrasikan kerja masing masing. Setelah demonstrasi selesai, beri kesempatan pada kelompok yang lain untuk memberikan masukan pada setiap demonstrasi yang dilakukan.
3.      Urgensi Metode Modeling the Way dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Strategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan ketrampilan spesifik yang dipelajari di kelas melalui demonstrasi. Siswa diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan menentukan bagaimana mereka mengilustrasikan ketrampilan dan teknik yang baru saja dijelaskan. Strategi ini akan sangat baik jika digunakan untuk mengajarkan pelajaran yang menuntut ketrampilan tertentu.
Kelebihan metode Modeling the Way
a.       Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat).
b.      Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
c.       Proses pengajaran lebih menarik.
d.      Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan,dan mencoba melakukannya sendiri.
e.       Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan.
f.       Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit.
g.      Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar.
h.      Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung.

Kekurangan metode Modeling the Way
a.       Metode inimemerlukanketerampilanguru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
b.      Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
c.       Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktuatau jam pelajaran lain.
d.      Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa.
e.       Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa.
4.      Aplikasi Metode Modeling the Way dalam Pambelajaran di Kelas VI SD dan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia semester II dan materi Jenis-jenis Pekerjaan
SKENARIO MODEL PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia
Pelajaran                    : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester          : 6 semester 1
Waktu                        : 40 menit
Standar Kompetensi
Memahami wacana tentang Jenis-jenis Pekerjaan.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan jenis-jenis pekerjaan yang ada di sekitar.
Indikator
Menyusun skenario yang bertema jenis-jenis pekerjaan di sekitarku dan memperagakannya.
Materi Pembelajaran
Bahasa Indonesia semester II Jenis-jenis Pekerjaan di Sekitarku.
Model/Metode Pembelajaran
Modeling the Way


Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.    Kegiatan Awal
Ø Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama, presensi, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran.
Ø Menjelaskan tujuan pembelajaran.
Ø Mengajak siswa bertanya jawab tentang pekerjaan.
2.    Kegiatan Inti
a.    Eksplorasi
Ø Pendidik menjelaskan tentang jenis-jenis pekerjaan.
Ø Tanya jawab macam-macam pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari.
b.   Elaborasi
Ø Pendidik membagi kelas itu menjadi kelompok kecil yang beranggotakan (3-4) orang untuk menyusun skenario dengan tema Jenis-jenis Pekerjaan di Sekitarku.
Ø Pendidik memberikan waktu kepada setiap kelompok (10-15) menit untuk menyusun skenario.
Ø Pendidik memberikan waktu kepada setiap kelompok (7-10) menit untuk berlatih skenario yang sudah dibuat.
Ø Pendidik menunjuk salah satu kelompok untuk mendemonstrasikan skenario yang sudah dibuat.
Ø Pendidik memberi waktu kepada kelompok lain apabila ada feedbeck.
c.       Konfirmasi
Ø Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
Ø Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.
3.    Kegiatan Penutup
Ø Siswa dan guru membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari.
Ø Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Sumber/Bahan Belajar
Buku paket (Bina Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas 6).
Poskan Komentar